Sukseskan Target Wonogiri 2024 Zero Stunting, Tim KKN Tematik Kelurahan Kismantoro Upayakan Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Empat Aksi Nyata

Sukseskan Target Wonogiri 2024 Zero Stunting, Tim KKN Tematik Kelurahan Kismantoro Upayakan Pencegahan dan Penanganan Stunting melalui Empat Aksi Nyata

Stunting adalah kondisi anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek di bawah nilai normal dengan disertai gangguan perkembangan. Stunting diketahui memiliki dampak buruk pada kualitas hidup anak baik jangka pendek maupun panjang. Anak dengan stunting berisiko mengalami penurunan kemampuan kognitif dan prestasi sekolah, penurunan daya tahan tubuh, peningkatan risiko obesitas, hipertensi, diabetes mellitus, serta penyakit janutng di kemudian hari. Dampak panjangnya, kondisi stunting dapat menyebabkan peningkatan risiko mortalitas (kematian) pada anak.

Organisasi kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) memperkirakan 22,2% atau 149,2 juta anak balita di seluruh dunia mengalami stunting. Angka tertinggi balita penderita stunting ada di Asia dengan total 79 juta balita, terutama di Asia tenggara, yaitu 54,3 juta balita. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar, angka stunting di Indonesia pada tahun 2013 adalah 37,2% dan mengalami penurunan pada tahun 2018 menjadi 30,8%. Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka nasional stunting di Indoensai turun menjadi 27,7% pada tahun 2019, 24,4% pada tahun 2021, dan turun kembali pada tahun 2022 menjadi 21,6%. Adapun penurunan angka nasional tersebut tiap tahunnya ditengarai akibat adanya program prioritas pemerintah berupa program percepatan penurunan stunting. Meskipun angka nasional stunting selalu mengalami penurunan tiap tahunnya, prevalensi tersebut masih dinilai tinggi berdasarkan WHO, yaitu >20%. Kabupaten Wonogiri, salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021 berdasarkan data SSGI tahun 2021 memiliki jumlah balita stunting sebanyak 222 atau 14%. Oleh karena tingginya angaka kejadian stunting dan dampak buruk ikutannya, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengupayakan program penurunan angka stunting dengan menetapkan target Wonogiri Zero Stunting pada tahun 2024.

Tim KKN Tematik Kelurahan Kismantoro, yang diketuai oleh Fauzia Endri Ariani beserta sembilan anggota kelompoknya, yaitu Abrika Tifanny Pramesti Oematan, Angwyn Noor Aini, Dea Fauziyyanti, Fatkan Hidayat Anggriawan, Khinanti Sukma Arpina, Muhammad Luqman Fikri, Pembayun Muslimah Pusponegoro Nadjamuddin, Silvi Revlioni, dan Zahrah Athifah Mursalim turut serta dalam berupaya menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Wonogiri, Wonogiri Zero Stunting 2024. Melalui bimbingan dan dampingan dari dr. Lukman Aryoseto, M.K.M., Tim KKN Tematik Kelurahan Kismantoro mengupayakan program pencegahan dan penanganan stunting secara komprehensif melalui 4 (empat) bentuk kegiatan.

Empat kegiatan yang dilaksanakan berlandaskan pada fakta bahwa stunting memiliki penyebab yang multifaktorial sehingga memerlukan kegiatan yang memiliki sasaran masyarakat yang berbeda-beda. Adapun empat program kegiatan tersebut adalah program inisiasi dan pemberdayaan kader remaja yang ditargetkan pada remaja usia 18-20 tahun, program kelas ibu hamil yang ditargetkan pada ibu hamil, program possyandu dan imunisasi yang ditargetkan pada anak usia bawah lima tahun (balita) beserta ibunya, dan program penyuluhan ASI & MPASI yang ditargetkan pada ibu yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta).

Pertama, program kegiatan inisiasi dan pemberdayaan kader kesehatan remaja Kelurahan Kismantoro. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah “hulu” pencegahan stunting dengan menargetkan sasaran pada remaja putri usia 18-20 tahun di Kelurahan Kismantoro. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memonitor dan menjaga kesehatan para remaja putri yang kelak akan menjadi seorang ibu. Harapannya, dengan terciptanya remaja yang sehat sejak dini dan memiliki pengetahuan kesehatan yang cukup dapat tercipta pula Ibu yang  sehat serta teredukasi dengan baik, sehingga dapat mencegah putra-putrinya mengalami stunting.

 Kegiatan inisiasi dan pemberdayaan kader kesehatan remaja Kelurahan Kismantoro terdiri atas tiga rangkaian kegiatan. Kegiatan pertama dilaksanakan pada Sabtu, 22 Juli 2023 bertempat di Pendopo Kelurahan Kismantoro yang bergendakan pemilihan pengurus kader remaja, pretest, posttest, penyuluhan materi pencegahan anemia pada remaja, pelatihan penggunaan alat GCHb, dan foto bersama. Kegiatan pelatihan penggunaan alat GCHb kepada kader kesehatan remaja yang baru dilakukan secara  focus discussion group dengan kelompok-kelompok kecil sehingga seluruh kader remaja dapat termonitor dengan baik kemampuan mereka dalam penggunaan alat. Kegiatan kedua dilaksanakan pada Sabtu, 29 Juli 2023 bertempat di Posko Tim KKN yang beragendakan pemantapan, pengukuhan, dan pembinaan kader kesehatan remaja yang baru oleh Pak Lurah Kelurahan Kismantoro. Kegiatan ketiga dilaksanakan pada Jumat, 11 Agustus 2023 bertempat di Pendopo Kelurahan kismantoro yang beragendakan pelaksanaan posyandu remaja mandiri oleh kader remaja yang baru. Pelaksanaan posyandu remaja mandiri ini terdiri atas rangkaian acara pemeriksan Hb, pemberian tablet tambah darah, pemeriksaan antropometri, interpretasi status gii, dan edukasi bagi remaja putri non kader di Kelurahan Kismantoro.Pelaksanaan kegiatan posyandu remaja mandiri yang perdana ini mendapatkan arahan dan pemantauan oleh Bidan Desa, Bu Endang dan Tim KKN. Setelah kegiatan dilaksanakan dan berdasarkan hasil pemantauan dari Tim KKN, kader remaja sudah dianggap terampil dan siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan posyandu remaja mandiri pada bulan-bulan berikutnya.

Kedua, program kelas ibu hamil, penyuluhan, dan safari KB yang dilaksanakan sebagai langkah lanjut pencegahan stunting dengan menargetkan sasaran pada ibu hamil di Kelurahan Kismantoro. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memonitor dan menjaga kesehatan para ibu hamil untuk menjaga kesehatan diri dan kandungannya serta mempersiapkan persalinan. Harapannya, dengan terciptanya ibu hamil yang sehat dan bahagia dapat terlahir putra-putri yang sehat dan bebas stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 22 Juli 2023; Sabtu, 29 Juli 2023 dan Jumat, 11 Agustus 2023 bertempat di Kantor Kelurahan Kismantoro yang beragendakan senam ibu hamil, pemeriksaaan kesehatan dan antropometri, pemberian tablet tambah darah, pretest & posttest, penyuluhan tentang KB dan pentingnya menjaga jarak kehamilan, serta pemberian bingkisan kenang-kenangan bagi Ibu hamil yang hadir. Selain itu, Tim KKN juga turut serta dalam program pelaksanaan safari KB yang dilaksanakan oleh Bidan Desa, Bu Endang di kediamannya pada Selasa, 8 Agustus 2023. Melalui kegiatan tersebut Tim KKN berperan dalam proses screening pra-pemasangan KB dan edukasi paska pemasangan KB.

 .

Ketiga, program posyandu dan imunisasi yang dilaksanakan sebagai langkah lanjut pencegahan stunting dengan menargetkan sasaran pada anak bawah lima tahun (balita) beserta ibunya. Kegiatan posyandu dilaksanakan pada Senin, 17 Juli 2023 dan Selasa, 8 Agustus 2023 bertempat di Lingkungan Mijil dan Kelurahan Kismantoro. Melalui kegiatan posyandu ini, diharapkan dapat memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak balita, utamanya anak baduta yang masih dalam periode 1000 hari pertama kehidupan. Harapannya, dengan terciptanya baduta yang sehat pada 1000 hari pertama kehidupan dan para balita yang juga masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, dapat tercipta anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, dan terbebas dari stunting dan dampak ikutannya di kemudian hari. Kegiatan posyandu yang dilangsungkan terdiri atas pendataan anak, pemeriksaan antropometri dan tumbuh kembang anak, interpretasi status gizi, serta pemberian makanan tambahan (PMT). Kemudian, upaya pencegahan penyakit menular pada anak juga diperlukan untuk mencegah anak mengalami stunting. Upaya tersebut diwujudkan melalui program imunisasi yang  dilaksanakan di Kediaman Bidan Desa, Bu Endang pada Rabu, 9 Agustus 2023 yang mana merupakan bagian dari program rutin Puskesmas Kismantoro.

Keempat, program penyuluhan ASI dan MPASI yang dilaksanakan sebagai langkah lanjut pencegahan stunting dengan menargetkan sasaran pada Ibu yang memiliki anak bawah dua  tahun (baduta). Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 24 Juli 2023 bertempat di Pendopo Kelurahan Kismantoro. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman dan edukasi bagi para Ibu akan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada bayi kurang dari enam bulan dan pemberian MPASI yang tepat bagi anak usia di atas enam bulan. Pemberian edukasi terkait ASI dan MPASI ini merupakan salah satu wujud pencegahan stunting pada anak dengan menargetkan pencegahan terjadinya kekurangan gizi kronis pada anak akibat pemberian asupan nutrisi pada anak yang kurang tepat. Harapannya melalui kegiatan ini Ibu yang teredukasi dengan baik dapat menerapkan ilmu yang didapat sehingga mencegah putra-putrinya mengalami kekurangan gizi kronis dan terhindar dari stunting.  

Program-program kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Tim KKN Tematik Kelurahan Kismantoro ini adalah bentuk aksi nyata dari mahasiswa kedokteran yang memiliki tekad besar agar seluruh anak Indonesia terbebas dari kondisi stunting dan semua dampak ikutannya. Harapannya, melalui program-program kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut dapat menjadi salah satu tonggak terciptanya masyarakat Indonesia yang sehat dalam rangka mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga, yaitu kehidupan sehat dan sejahtera.