
Putus Rantai Body Shaming, Tim Pengabdian FK UNS (RG TRIMED dan Mahasiswa KKN) Hadirkan Solusi Edukasi Berbasis Sains untuk Atasi Stigma Obesitas di SMPN 15 Surakarta
Isu obesitas pada remaja bukan sekadar masalah kesehatan fisik, melainkan sebuah interaksi kompleks yang berdampak serius pada kondisi psikososial anak. Menanggapi urgensi tersebut, Tim Research Group Nutrition, Metabolism, and Medicine (TRIMED) dan mahasiswa KKN Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan SMPN 15 Surakarta sukses menggelar program intervensi komprehensif melalui kampanye “STOP Normalisasi Body Shaming” di SMP Negeri 15 Surakarta. Program ini berhasil dilaksanakan dengan antusiasme yang luar biasa pada hari senin tanggal 25 Mei 2026 dan mendapat respon sangat positif, baik dari pihak sekolah maupun para siswa.
Berdasarkan data riset di lapangan, kejadian obesitas di sekolah erat kaitannya dengan faktor lingkungan, besarnya uang saku siswa, serta tingkat pendidikan orang tua. Tingginya daya beli memfasilitasi konsumsi makanan rendah serat namun tinggi kalori secara kronis, yang menempatkan siswa obesitas sebagai “korban” dari sistem lingkungan. Dampaknya meluas pada gangguan citra tubuh (body image), di mana rasa malu memicu siswa menarik diri dari aktivitas fisik dan pergaulan akibat adanya perilaku body shaming yang sering kali dinormalisasi sebagai “budaya candaan” di sekolah.
Melihat fenomena tersebut, tim pengabdian dari FK UNS hadir membawa pendekatan baru yang menggabungkan logika sains dan edukasi empati. Program pengabdian ini mengintegrasikan tiga pilar Iptek utama yang selaras dengan Roadmap Research Group Nutrition, Metabolism, and Medicine (TRIMED) UNS pada fase modifikasi perilaku:
- Edukasi Berbasis Sains & Logika (Behind the Body): Siswa diberikan pemahaman logis bahwa berat badan dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar kendali personal, seperti genetika, metabolisme (termasuk resistensi leptin di otak), dan sistem lingkungan. Edukasi ini berhasil meruntuhkan stigma negatif yang menganggap obesitas semata-mata karena “rasa malas”.
- Perubahan Paradigma Healthy at Every Size & Iptek Nutrisi Terapan: Menggeser fokus dari sekadar angka timbangan menuju perbaikan kualitas hidup. Siswa diajak untuk menerapkan kebiasaan positif melalui pedoman “Isi Piringku” yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI demi mencegah surplus energi kronis.
- Membangun Empati Sosial (Upstander, Not Bystander): Melalui simulasi emosional, para siswa dilatih untuk berani menyuarakan penolakan secara tegas saat melihat tindakan body shaming di lingkungan mereka. Sebagai bentuk komitmen, stiker kepedulian “STOP Normalisasi Body Shaming” juga dibagikan untuk ditempel pada barang pribadi guru maupun murid serta disebarluaskan ke media sosial.

Kepala Sekolah beserta jajaran guru SMP Negeri 15 Surakarta menyambut hangat dan mengapresiasi keberlanjutan program ini. Menurut pihak sekolah, intervensi ini tidak hanya menyentuh permukaan, tetapi langsung menyasar akar masalah dengan mengubah pola pikir (mindset) siswa dan memperkuat sistem pendukung (support system) di lingkungan sekolah. Melalui pelaksanaan program pengabdian ini, diharapkan SMP Negeri 15 Surakarta dapat bertransformasi menjadi ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat secara metabolik, ramah sosial, bebas dari perundungan fisik, serta mampu terus mendorong motivasi belajar siswa demi mencetak generasi muda yang sehat fisik maupun menta