
Tim Akademisi FK UNS Dorong Edukasi Holistik dalam Penanganan Nyeri Lutut pada Pasien Rheumatoid Arthritis
SURAKARTA, 3 April 2026 – Tim pengabdian masyarakat dari Riset Group Tropibio.Com Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS) yang dipimpin oleh Dr. dr. Endang Listyaningsih S., M.Kes, bersama Dr. dr. Lilik Wijayanti, M.Kes, dr. Novan Adi Setyawan, Sp.PA, dan Dr. Siti Ma’rufah, M.Sc, Apt, mendorong edukasi holistik dalam penanganan nyeri lutut pada RA Ke Anggota Aisyiyah dan Kader Kesehatan Madegondo, Kecamatan Grogol Sukoharjo. Langkah ini diambil mengingat tingginya prevalensi RA di Indonesia yang mencapai 1,3 juta penderita.

Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun sistemik bersifat kronis dan progresif yang menyerang berbagai sendi, terutama sendi pergelangan dan jari tangan (75-95%). Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen, disabilitas, hingga komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular dan gangguan paru-paru.
Pilar Utama Penanganan: Holistik dan Dini Dalam laporan pengabdiannya, tim FK UNS menekankan pentingnya diagnosis dini untuk mencegah progresivitas penyakit. Penegakan diagnosis dilakukan melalui kombinasi anamnesis (seperti pemeriksaan kekakuan sendi selama lebih dari 6 minggu), pemeriksaan fisik (seperti Squeeze Test), serta pemeriksaan laboratorium dan radiologi.
Strategi penatalaksanaan yang diusung bersifat holistik, mencakup tiga pilar utama:
- Edukasi Pasien: Memberikan pemahaman mendalam mengenai perjalanan penyakit serta pentingnya perubahan gaya hidup, termasuk berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol.
- Terapi Medikamentosa: Penggunaan Disease-Modifying Antirheumatic Drugs (DMARDs) sebagai terapi utama untuk menghambat kerusakan sendi lebih lanjut.
- Rehabilitasi & Terapi Komplementer: Latihan fisik low-impact (jalan kaki, bersepeda, berenang) selama 30 menit per hari, serta integrasi terapi komplementer seperti Akupunktur medik dan Herbal.
Rekomendasi untuk Masyarakat Dr. dr. Endang Listyaningsih S. dan tim menyarankan pendekatan multidisiplin yang melibatkan kolaborasi antara dokter spesialis, fisioterapis, dan tenaga medis lainnya. “Tujuan utama kita adalah mencapai remisi, kondisi tanpa gejala dan mempertahankan kualitas hidup pasien agar tetap produktif meski memiliki kondisi kronis,” ungkap tim dalam simpulan laporannya.
Masyarakat diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan jika merasakan kekakuan atau bengkak pada sendi yang berlangsung selama beberapa minggu, terutama bagi wanita yang secara statistik memiliki risiko 2-3 kali lebih tinggi terkena RA dibanding pria